Kamis, 03 Mei 2012

Ingat!! Kiamat Sudah Dekat

Ingat!! Kiamat Sudah Dekat
Bismillahirohmanirohihm

Semua ahli sudah sepakat bahwa dunia ini akan berakhir. Tidak saja ahli agama yang meyakini bahwa dunia ini akan mengalami kehancuran total, yang kemudian dalam istilah agama disebut sebagai hari kiamat. Keyakinan ini juga didukung sepenuhnya oleh kenyataan empiris yang bisa ditangkap oleh para saintis.

Sebelum kiamat betul-betul terjadi, sebelumnya Allah mengirim sinyal-sinyal yang bisa dibaca sebagai tanda-tanda akan datangnya hari kehancuran itu. Ini merupakan kemurahan Allah dan kasih sayang-Nya, agar manusia lebih mempersiapkan diri.

Allah memberi rasa ngantuk kepada manusia sebelum mereka tidur. Seandainya manusia langsung tidur tanpa diberi aba-aba berupa ngantuk, barangkali banyak orang yang celaka. Bayangkan jika sopir yang sedang asik menyetir kendaraannya, tiba-tiba tertidur di tengah jalan. Bayangkan jika seorang dokter yang mau melakukan operasi secara mendadak tidur tanpa mengantuk terlebih dahulu. Berapa banyak bahaya yang diakibatkan tidur.

Begitu halnya dengan kematian. Secara normal, sebelum orang menemui ajalnya terlebih dahulu Allah mengirimkan tanda-tandanya, yaitu sakit. Bagi orang yang sakit, hanya ada dua kemungkinan, sembuh atau mati. Jika sembuh, bukan berarti ia telah lolos dari mati, sebab pada hakekatnya ia sedang menunggu giliran saja.

Sama halnya dengan kiamat, sebelum Allah benar-benar menghancurkan dunia dengan segenap isinya, terlebih dahulu Dia mengirimkan tanda-tanda kecil dan tanda-tanda besar.

ISYARAT KIAMAT

Tentang kapan persisnya hari kiamat itu, tak seorangpun yang tahu. Bahkan Rasulullah pun tidak mengerti. Hari kiamat itu merupakan rahasia Allah, yang tak seorang makhluk pun diberi tahu. Adalah kebohongan besar jika ada orang mengaku mendapatkan mimpi atau wangsit dari Tuhan tentang peristiwa ini.

Rasulullah saw bersabda.

"Qiamat tidak akan terjadi sampai seorang anak menjengkelkan kedua orang tuanya, banjir terjadi pada musim kemarau, orang-orang jahat melimpah, orang-orang terhormat menjadi langka, anak-anak muda berani menentang orang tua, dan orang jahat dan hina berani melawan orang yang terhormat dan mulia" (HR. Ahmad)

Banyak sekali hadist serupa yang menggambarkan kerusakan moral sebelum datangnya qiamat besar. Sebenarnya kerusakan moral yang terjadi di masyarakat itu sendiri adalah kiamat kecil, di mana Allah telah mengirim sebagian adzab-Nya di dunia.

Apa bukan kiamat, jika seorang anak menjengkelkan orang tuanya? Jika orang lain yang membuatjengkel barangkali mudah saja meninggalkannya untuk kemudian melupakannya. Akan tetapi jika yang menjengkelkan adalah anak kandung sendiri, bagaimana bersikap menghadapinya? Apa mungkin melupakannya? Masalahnya anak-anak itu adalah darah daging sendiri.

Banyak orang tua yang sukses menjadi pendidik di luar, tapi tidak sedikit yang gagal mendidik anaknya sendiri. Jika di luar masyarakat menghormati anak didiknya mentaati, tapi anaknya sendiri tak bisa diatur, semaunya sendiri. Sungguh sakit perasaan orang tua seperti ini.

Itulah kiamat kecil-kecilan yang diturunkan Allah ke bumi. Orang tua yang tidak mampu mendidik anak-anaknya dengan baik akan merasakan hal ini. Mereka mendapatkan adzab selagi masih di dunia, dan nanti di akhirat bakal mendapatkan adzab yang lebih pedih lagi.

Anak-anak yang gagal mendapatkan pendidikan akhlaq dari orang tuanya meminta kepada Tuhan agar orang tuanya dilaknat dua kali lipat dan diberi siksa yang lebih pedih. Permintaan mereka terangkum dalam firman Allah:

"Ya Tuhan kami, berilah kepada mereka siksa dua kali lipat dan kutuklah mereka dengan kutukan besar." (QS. Al Ahzaab: 86)

Jika pendidikan sudah berorientasi pada materi, maka masalah moral menjadi terabaikan. Otak anak didik hanya diisi bagaimana memenuhi kebutuhan perut dan seks. Dua kenikmatan itulah yang diimpikan dan diperjuangkan mati-matian. Tak ada lagi perhitungan halal-haram, boleh dan tidak, baik buruk. Semua diterjang.

Di Jakarta puluhan gadis belasan tahun ditangkap saat mereka menjajakan diri. Kejahatan seksual semakin menggila. Angka penyandang AIDS semakin besar. Di rumah, di jalan, di kantor, di sekolah di mana saja telah dihadapkan rawan kejahatan.

Bukan berita baru jika istri membunuh suaminya sendiri atau sebaliknya, istri selingkuh dengan laki-laki lain dan perselingkuhannya justru dilakukan di rumah ketika suami bekerja. Lebih parah lagi, ternyata istri tersebut berselingkuh dengan sopir pribadinya sendiri. Ada juga satpam yang tega memperkosa istri majikannya ketika ditinggal kerja atau disaat majikan ke luar kota. Satpam yang seharusnya menjaga keamanan penghuninya ternyata justru yang menghancurkannya.

Sekarang, Harga nyawa manusia seakan-akan tidak berharga lagi. Tabrakan maut yang menimpa puluhan manusia di dekat halte oleh seorang wanita akibat narkoba, Ulah geng motor yang menjadi preman jalanan modus kejahatan baru.

Inilah tanda-tanda kiamat. Meskipun kecil tapi ini merupakan isyarat dari Tuhan agar kita lebih waspada lagi. Semoga kita tidak termasuk orang-orang yang mempercepat datangnya kiamatini.

Artikel Terkait:

Tidak ada komentar:

Coretan Tamu

CORETAN TAMU